Ditulis Pada 26 Mei 2017 11:18 WIB

Dinas Dukcapil Baubau Tingkatkan Tertib Adminduk Melalui Sosialisasi KIA

Baubau – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan (Adminduk) khususnya terkait kepemilikan identitas bagi anak, Pemkot Baubau melalui Dinas Dukcapil menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan Kartu Indentitas Anak (KIA) Tingkat Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017. 

 

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Hotel Mira Kota Baubau ini menghadirkan para narasumber, yakni Kepala Seksi KTP Ditjen Dukcapil Kemendagri Sumiyati, Kadis Dukcapil Kota Baubau Sahirun, dan Kabid Pendaftaran Penduduk Kota Baubau Rachmat Maulana.

 

Mewakili Walikota Baubau, Kepala Dinas Dukcapil Kota Baubau, Sahirun, membuka acara secara resmi. Menurunya, setiap pengurusan dokumen kependudukan harus memiliki dasar, misalnya terkait perubahan elemen data dalam KK atau KTP-el. Hal ini juga berlaku jika seseorang ingin melakukan pindah domisili dan menghapus datanya di Dinas Dukcapil asal. 

 

“Kami di Dinas Dukcapil menerima data warga yang direkomendasikan dari tingkat RT, Kelurahan dan Kecamatan. Data ini lalu dientri ke dalam database kependudukan. Jadi, setiap orang yang mengurus identintas kependudukan, harus ada dasarnya”, jelas Sahirun baru-baru ini. 

 

Ketika seseorang melakukan pindah domisili, baik dalam daerah maupun di luar daerahnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurus surat keterangan pindah di Dinas Dukcapil setelah melaporkan secara berjenjang melalui desa/kelurahan dan kecamatan. 

 

Hal itu menurut Sahirun, berlaku untuk orang dewasa beserta anggota keluarganya, termasuk anak-anak. Dengan demikian, Dinas Dukcapil akan lebih mudah melakukan pendataan warganya, termasuk dalam hal penerbitan KIA bagi anak-anak yang belum memasuki usia 17 tahun. 

 

Sementara itu, narasumber dari Ditjen Dukcapil, Sumiyati, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk lebih tertib dalam mengurus dokumen kependudukan. Menurutnya, saat ini seluruh data penduduk sudah bisa diakses secara online oleh kabupaten/kota di manapun penduduk itu berada. “Jadi setiap orang memiliki data hanya satu dan tunggal, tidak boleh lebih”, jelasnya. 

 

Lebih lanjut, Sumiyati menyampaikan, KIA diperuntukan bagi seluruh anak Indonesia tanpa pandang bulu, karena negara berkewajiban memenuhi hak-hak anak, termasuk memberikan kartu identitasnya. 

 

Hal ini juga termasuk bagi anak-anak yang tidak tinggal bersama orang tuanya, karena identitas anak bisa bergabung dengan KK kepala keluarga yang tinggal bersamanya, meskipun kepala keluarganya bukan orang tua dari anak itu sendiri. Jadi, keberadaan anak, apakah bersama orang tuanya atau tidak, hal itu tidak menghilangkan haknya untuk memiliki identitas diri KIA. 

 

Baubau menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan alokasi anggaran melalui APBN untuk menerapkan KIA di tahun 2017. Di seluruh Indonesia, hanya ada 50 kabupaten/kota yang mendapatkan anggaran KIA tersebut. Baubau adalah satu-satunya di Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

KIA adalah program pemerintah untuk memberikan identitas kependudukan kepada anak-anak usia 0 sampai 17 tahun kurang sehari. Kebijakan ini merupakan amanat Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Dukcapil***